PENAJAM – Senin, 1 Juni 2026, wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan melalui sinergi berbagai pihak dalam penanganan seorang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang ditemukan dalam kondisi telantar dan sakit di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Berawal dari laporan yang diterima dari Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara terkait seorang laki-laki yang berada dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan segera. Kemudian untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai, yang bersangkutan kemudian dirujuk ke RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Selama menjalani perawatan, tenaga medis memberikan pelayanan dan penanganan terbaik sesuai kondisi kesehatan pasien. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa yang bersangkutan menderita penyakit jantung. Meskipun telah mendapatkan upaya penanganan secara maksimal, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Setelah menerima informasi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara tidak hanya berhenti pada proses penanganan medis, tetapi juga melanjutkan upaya penelusuran identitas dan keluarga almarhum. Berdasarkan data kependudukan yang dimiliki, diketahui bahwa almarhum merupakan warga Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.
Proses pencarian keluarga dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Berkat kerja sama dan komunikasi yang baik, pihak keluarga akhirnya berhasil ditemukan dan dihubungi untuk memperoleh informasi mengenai kondisi almarhum.
Selanjutnya, Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan almarhum mendapatkan pemulasaraan dan pemakaman yang layak. Dukungan dan bantuan diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Penajam Paser Utara, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Melalui kolaborasi tersebut, seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman dapat terlaksana dengan baik. Meskipun tidak dapat hadir secara langsung karena keterbatasan jarak, pihak keluarga tetap dapat mengikuti dan menyaksikan prosesi pemakaman melalui sambungan video call WhatsApp yang difasilitasi oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Hj. Nurbayah, S.Sos, MM. Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus memberikan ketenangan bagi keluarga yang berada di kampung halaman, turut hadir juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kepala Pelaksana Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Dinas Sosial menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penanganan kasus ini, khususnya Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, RSUD Ratu Aji Putri Botung, Baznas Kabupaten Penajam Paser Utara, Dinas Perkimtan, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, TKSK, serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Sinergi dan kepedulian yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan dapat menghadirkan solusi bagi mereka yang membutuhkan.
Semoga segala bantuan, tenaga, waktu, dan perhatian yang telah diberikan menjadi amal kebaikan yang mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni segala khilaf dan kesalahannya, dilapangkan kuburnya, serta diberikan kedamaian dan rahmat-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pelayanan sosial bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang menjaga martabat kemanusiaan hingga akhir hayat. Melalui kerja sama dan kepedulian bersama, setiap warga berhak mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan penghormatan yang layak sebagai sesama manusia.